-Sebut saja Mawar-
Selamat malam, Mawar.
Saat menulis tulisan
ini, aku sedang duduk di meja belajar hadiah
pemberian dari nenek tercinta saat aku
masih kelas satu SMP, sambil menyeruput teh yang kuseduh dengan setengah sendok gula. Aku suka minum teh ataupun kopi, teguk demi teguk teh yang menelusup ke dalam kerongkongan sejenak mengingatkan bahwa
masih banyak hal manis di dunia. Termasuk kamu.
Kenangan selalu
menyenangkan, Mawar. Itu yang
aku tau sejak kau pernah bercerita lewat social messenger,
demi chat-chat membahas kelucuan, keanehan dan kebahagiaan waktu makrab/IRFD
(International Relations Friendship Days) tempo bulan September tahun 2013 tepatnya
di Paliyan, Gunung Kidul dulu.
